Label 6

CYBERMedia Informasi, Komunikasi serta Peluang Usaha untuk para Netter yang berminat. CYBER Media Informasi, Komunikasi serta Peluang Usaha untuk para Netter yang berminat. CYBER Media Informasi, Komunikasi serta Peluang Usaha untuk para Netter yang berminat. CYBER

click here!

Pasang Banner Disini

Terjemahan, Translate
Hosting Unlimited Indonesia

Suara Kenanga Jogjakarta



Get the Flash Player to see this player.




LATAR BELAKANG


Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan kota budaya danpariwisata, belum banyak Lembaga Penyiaran khususnya Radio yang format siarannya peduli terhadap pengembangan seni budaya daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan gudang pelaku seni serta terdapat banyak kelompok seni budaya, juga terdapat lembaga pendidikan seni, sehingga keberadaan media sangat diperlukan sebagai wahana untuk penyaluran aspirasi serta pengembangan aktivitas dan kreativitas. Selaras dengan arah Penyiaran Nasional serta sesuai dengan Akte No.11 Tanggal 08 Maret 2004 Notaris SSM Enarwanto, SH, maka didirikanlah Radio Swara Kenanga Jogjayang berlokasi di Jl. Panti Wredha No.5 Ponggalan, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo. Kota Yogyakarta, yang merupakan kawasan Desa Budaya. D.I.Yogyakarta merupakan basis kegiatan budaya dan pendidikan Nasional,sehingga merupakan miniatur Indonesia. Keberadaan kelompok seni budaya di DIY merupakan pendukung utama untuk pengadaan materi siaran. Kondisi tersebut menjadi pendorong bagi pendirian stasiun radio Swara Kenanga Jogja dengan format siarannya yang berbasis pada seni budaya dengan positioning “Citra Seni Budaya Bangsa”.



MAKSUD & TUJUAN

RADIO SWARA KENANGA JOGJA DIDIRIKAN SEBAGAI MEDIA YANG PEDULI TERHADAP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA, MEMBERIKAN WAHANA AKTIVITAS DAN KREATIVITAS BAGI KELOMPOK SENI DAN PEMERHATI SENI DIKAWASAN YOGYAKARTA, SERTA MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA DALAM MEWUJUDKAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT.


VISI

RADIO SWARA KENANGA JOGJA AGAR MENJADI MEDIA YANG EKSIS DAN TERKEMUKA DI KOTA YOGYAKARTA, SENANTIASA IKUT SERTA MELESTARIKAN SENI BUDAYA BANGSA, MENGUTAMAKAN SIARANNYA DENGAN MENJUNJUNG TINGGI NILAI ETIKA SERTA MEMBERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK KEPADA RELASI DAN KHALAYAK PENDENGARNYA.




MISI

Sajian siarannya mengutamakan Seni Budaya Bangsa dan musik etnik yang disajikan secara santun dan selaras dengan nilai2 etika.Ikut serta melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya bangsa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.Mendorong peningkatan mutu siaran serta pelayanan terhadap khalayak pendengar & relasi, yang selaras dengan peningkatan sarana prasarana dan Sumber Daya Manusia. Peningkatan kesejahteraan bagi pengelola guna mendorong peningkatan kinerja dan hasil kerja yang optimal.Memberikan kenyamanan bagi khalayak pendengar agar tetap setia dan senantiasa ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan on air maupun off air.










Mitos Asal Muasal Larangan Menikah Sunda-Jawa.














Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?


Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.


Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.


Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.


Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.


Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.


Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.


Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.


Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.


"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.


Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).


Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.


Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.


Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.


Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.


Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.


Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.


Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.


Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.


Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.


Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Sumber: Merdeka.com


Virtapay

Mengapa Anda harus bergabung hari ini ...
Anda mulai dengan $ 100 dalam account Anda VirtaPay dan gratis.
Mendapatkan sampai $ 20 per hari dalam account Anda untuk berpartisipasi sebagai kami terus mengembangkan layanan kami.
Dapatkan bonus $ 25 untuk setiap pengguna baru yang Anda referensikan.
Anda akan menjadi pengguna EarlyBird-Anda partisipasi akan membantu membentuk pengembangan sistem mata uang virtual baru yang menakjubkan.
Dapatkan uang ke rekening bank anda yang ada dengan berbagi VirtaPay atau dengan menjual barang berkualitas tinggi digital menggunakan VirtaPay.





Buy with VirtaPay

Kami akan segera merilis tipe baru bentuk pembayaran yang memungkinkan apa yang kita sebut "pembayaran terbuka". Seperti yang Anda mungkin sudah tahu, kami API baru memiliki fungsi berikut tersedia:


Dapatkan saldo account Anda.
Pasang pembayaran dari account Anda untuk setiap pengguna VirtaPay.
Dapatkan rincian transaksi pada transaksi dalam account Anda.


Meskipun sistem pembayaran baru yang terbuka bukan bagian dari API, itu akan membiarkan Anda membuat formulir untuk meminta pembayaran dari pengguna VirtaPay lainnya.
Mengapa Buka Pembayaran?


Terbuka baru sistem pembayaran akan memungkinkan lebih banyak pilihan penjual saat menjual dengan VirtaPay.


Saat ini, penjual hanya bisa menawarkan sejumlah item pada VirtaPay ... dan mereka harus item digital. Anda dapat menggunakan "Jual" halaman untuk mengatur item untuk dijual. Dari sana, itu akan muncul pada halaman "Beli".


Sampai sekarang, semua penjual telah terkunci ke dalam menggunakan sistem ini, yang kita tahu agak membatasi. Itulah mengapa terbuka baru sistem pembayaran di jalan.
Apa Pembayaran Terbuka?


Berikut adalah cara pembayaran yang terbuka berbeda dari sistem yang ada ...

Pembayaran yang terbuka akan memungkinkan Anda untuk membuat bentuk HTML sederhana yang dapat Anda gunakan untuk mengarahkan pengguna VirtaPay lain untuk membayar Anda. Juga, bentuk HTML mudah untuk memodifikasi, sehingga dapat dibuat secara dinamis oleh layanan web yang menggunakan pembayaran VirtaPay.
Transaksi pembayaran terbuka tidak terbatas pada item digital. Bahkan, Anda bebas untuk menjual apa pun yang hukum. Tapi, ingat, semua transaksi antara pembeli dan penjual. VirtaPay tidak memediasi transaksi. Harap hanya berurusan dengan orang yang Anda kenal dan percaya.
Transaksi pembayaran terbuka tidak tercantum pada halaman VirtaPay "Beli". Penjual akan mendapatkan sebuah form HTML yang dapat mereka gunakan pada website mereka sendiri.
Transaksi pembayaran terbuka tidak "dinilai" oleh pembeli, sebagai "Beli" halaman transaksi dalam sistem saat ini.
Anda dapat menggunakan pembayaran terbuka untuk menciptakan bentuk-bentuk meminta pembayaran terbatas, tidak seperti item yang tercantum pada halaman "Beli", yang sangat terbatas.


Bagaimana Buka Pembayaran Digunakan?

Terbuka baru sistem pembayaran dirancang untuk menjadi sangat fleksibel. Itulah mengapa kami menyebutnya "terbuka". Ini bisa-dan mungkin akan-digunakan dalam berbagai cara.


Sebagai contoh, jika sebuah situs lelang memilih untuk mengintegrasikan pembayaran VirtaPay, mereka bisa menggunakan sistem pembayaran baru yang terbuka untuk secara dinamis membuat bentuk pembayaran di mana penjual lelang lelang mereka bisa membayar biaya menggunakan keseimbangan VirtaPay mereka. Selain itu, mereka bisa menciptakan bentuk-bentuk pembayaran di mana pemenang lelang bisa membayar penjual langsung menggunakan saldo VirtaPay mereka.

Kami mengharapkan sistem pembayaran baru yang terbuka akan dirilis dalam waktu seminggu. Kami akan posting ke blog lagi ketika kita memiliki berita lebih.

VirtaPay saat ini berencana meluncurkan program kartu debit sebagai tahap akhir dari rencana induk VirtaPay. Tujuan dari master plan adalah untuk membawa mata uang VirtaPay dalam penerimaan di seluruh dunia sebagai metode pembayaran universal.

Sebuah preview dari master plan ...
Premium Sasaran Keanggotaan (4,5% selesai) detail
Saat ini kami memiliki 4,478 dari 100.000 anggota Premium kita butuhkan sebelum kita dapat mulai menguji sistem kartu debit. Hanya anggota Premium akan diundang untuk berpartisipasi dalam pengujian beta dari sistem kartu debit karena mereka telah memverifikasi identitas mereka dan mereka merupakan kontributor aktif untuk pertumbuhan VirtaPay.
Anda diundang untuk bergabung dengan Ad Sharing / Premium membership program. Jika Anda berpartisipasi, Anda akan dihargai dengan potensi pendapatan seumur hidup iklan dari setiap orang yang Anda referensikan. Setelah dimulai, Ad Network Sharing Anda bisa terus tumbuh sendiri dengan kami Sistem Rujukan Cascading . Lihat Sharing Iklan halaman untuk rincian lebih lanjut.

Agen Mata Uang Independen detail
Fase ini memperkenalkan peran baru: Agen Mata Uang Independen. Mereka yang memilih untuk bergabung dengan program ini akan memfasilitasi pertukaran mata uang dan hubungan dagang. Ada banyak manfaat yang menarik bagi mereka yang memilih untuk berpartisipasi dalam peran ini, namun posisi akan terbatas. Agen-agen ini memainkan peran penting dalam rencana induk. Kami akan merilis rincian lebih lanjut tentang hal ini peran dalam posting blog mendatang.
Merchant Program rincian
Fase ini membuka pintu untuk ribuan pedagang untuk mulai menerima pembayaran Virtapay Para pedagang akan memiliki cara mudah untuk menerima pembayaran di seluruh dunia di mana saja mereka memiliki koneksi internet. Pedagang dapat berupa lokal atau Internet berbasis dan mereka dapat menjual produk fisik atau digital atau jasa.


Kartu Debit Program
Sebagai tahap terakhir dari rencana induk, kami akan mulai beta testing debit direncanakan sistem kartu. Agar hal ini pengujian untuk memulai, kita harus mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan untuk semua fase master plan. Para anggota Premium target pertumbuhan yang dijelaskan di atas. Sasaran untuk fase lain akan rinci dalam posting blog mendatang.
Hanya anggota Premium (mereka yang mengaktifkan Berbagi Iklan ) akan berpartisipasi dalam versi beta pengujian sistem kartu debit. Berikut adalah beberapa alasan di balik keputusan ini ...


Kontributor Menghargai - Iklan Sharing / Premium anggota secara aktif memberikan kontribusi bagi pertumbuhan basis pengguna aktif kami. Kami ingin memberikan penghargaan mereka atas upaya mereka.
Verifikasi Identitas - Kami belum menerapkan sistem verifikasi identitas. Beberapa orang membuat akun palsu beberapa. Dengan hanya memungkinkan anggota Premium untuk berpartisipasi dalam pengujian beta kartu debit, kita menghilangkan orang-orang yang menyalahgunakan layanan kami.





Komentar Anda.





Label 4

Video Category

Google+ Followers